Pengorbanan Seorang Sahabat
13 Jun 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
CERPEENN!!! SELAMAT MEMBACA!!
Disuatu malam, yang dipenuhi dengan bintang bintang yang bersinar terang. Ada sesosok gadis yang sedang sibuk dengan urusannya. Yang hampir sama setiap harinya. Setiap malam ia hanya belajar, belajar, dan belajar. Dia memang termaksud kategori orang pintar disekolahnya. Seperti biasa, setiap tahunnya ia selalu menjadi juara kelas. Namanya adalah Lina. Semenjak dia SMP dia menjadi anak yang sangat pendiam. Semua teman-temannya sering mengerjai dia, menghina dia karena dia pendiam. Padahal Lina adalah sesosok orang yang baik, kreatif, dan dia mau mengajari teman – temannya yang tidak bisa dalam pelajaran tertentu dan dengan cuma – cuma.
Tetapi semua teman – teman sekolahnya hanya memanfaatkan Lina. Diawal Lina cukup sabar, tetapi diakhir kelas delapan Lina mulai resah dengan teman -temannya. Dan dia bertekat untuk tidak menjadi anak yang tidak pendiam lagi. Tetapi semua itu percuma, tidak akan berhasil karena Lina tidak sungguh – sungguh.
Walaupun ia pendiam, tetapi ia memiliki seorang sahabat yang setia bersamanya. Sifat mereka berdua sangat bertolak belakang. Lina yang sangat rajin dan juga cerdas, dan tidak mudah bergaul sedangkan sahabatnya tidak terlalu pintar,keras kepala, tetapi mudah bergaul. Nama sahabatnya adalah Fina. Fina sering meninggalkan Lina sendirian dikelas dan lebih memilih bermain bersama murid – murid lain diluar kelas.
Fina yang tidak terlalu mementingkan Lina, tetapi Fina selalu menyontek pr Lina. Lina hanya bisa sabar dan sabar. Sekalipun Fina hanya ingin mendapat untung, tetapi Fina selalu memberi semangat kepada Lina untuk segera mengubah sifatnya yang cukup buruk itu.
Kenaikan kelas sudah tiba. Banyak murid – murid baru dikelas 7. Lina mendapati kelas di IXB sama seperti Fina. Lina berfikir jika seperti itu Fina akan semakin ngelunjak untuk menyontek. Di kelas Lina ada seorang murid baru yang datangnya dari Bali. Namanya adalah Jonathan. Dia hanya ikut orangtuanya untuk pindah, karena orang tua Jonthan bekerja berpindah – pindah tempat.
Hari – hari terus berjalan Jonathan sekarang sudah menjadi teman Lina. Dan akhirnya mereka menjalin sebuah persahabatan. Jonathan sangat mendukung jika Lina berubah. Tapi, untuk bisa berubah sangat susah bagi Lina. Dalam hal pelajaran Lina sangat membantu jonathan, karena memang jonathan bukan termaksuk anak yang pintar.
Hari kelulusan pun tiba, Lina lulus dengan nilai yang sangat memuaskan dan dia melanjutkan sekolahnya ke sekolah terfavorit yang ada di Jakarta. Sedangkan Jonathan ikut orangtuanya untuk pindah ke kota lain. Lina tidak tahu bagaiman kabar Fina. Karena semenjak Jonathan menjadi sahabat Lina, Fina mulai menjauh dari Lina.
Disekolah barunya, Lina pun tetap menjadi anak yang pendiam. Disana dia mempunyai teman yang ingin sekali membantu Lina dari sifat pendiamnya itu. Lina mencoba untuk tidak diam saja. Dengan sungguh – sungguh. Akhirya dia bisa beradaptasi untuk berbicara kepada teman – temannya. Dan teman –teman disekolah barunya bisa menerimanya.
Malam pun tiba, Lina teringat dengan Jonathan. Dia berfikir, Jonathan ada dimana ya? Sekolah dimana ? Sekarang dia lagi ngapain? Dan Lina berinisiatif untuk SMS Jonathan. Disaat yang sama Fina juga mengirim sms ke Jonathan. Ternyata kedua orang ini menyukai Jonathan.
Hari – hari selanjutnya, Lina dan Fina sering sekali smsan dengan Jonathan dan bahkan mereka sering kali telepon satu sama lain. Lina bercerita kepada Jonathan bahwa ia sudah bisa beradaptasi debgan sekolah barunya. Dan yang paling Jonathan tidak sangka – sangka adalah Lina berhasil keluar dari sifat pendiamnya itu. Jonathan sangat salut dengan usaha Lina dan lama kelamaan Jonathan mulai menyukai Lina. Bahkan Jonathan sangat mencintai Lina. Tapi, bagaimana dengan Fina? Dia juga suka dengan Jonathan. Lina tidak mengetahui kalau Fina juga menyukai Jonathan.
Libur kenaikan kelas tiba, Jonathan berjanji kepada Lina akan datang ke Jakarta untuk bertemu dengannya sekaligus Fina. Lina yang sangat gembira langsung lompat- lompat. Dia juga senang karena setelah sekian lamanya tidak bertemu dengan sahabatnya akhirnya bisa bertemu kembali.
Waktu yang ditunggu – tunggu Lina pun akhirnya datang juga. Ia segera pergi ke tempat janjian bertemu dengan Jonathan. Jonathan samapi pertama kali di sana dan dia segera memberi tahu Lina. Tiba- tiba perasaan Jonathan menjadi tidak enak.
Lina segera membaca SMS dari Jonathan. Saat ia ingin menyebrang tiba – tiba ada truk yang sedang melaju dengan kencang dan Lina segera berteriak “aaaaaaaaaaa!” Untungnya ada Fina yang segera mendorong Lina. Akhirnya, Fina yang tertabarak oleh truk tersebut. Lina segera menghubungi Jonathan untuk datang ke tempat kejadian. Ia pun segera menelepon rumah sakit agar ambulance segera datang. Jonathan datang sudah mendapati Lina yang sedang menangis dan memegangi tangan Fina. Jonathan segera menghampiri Lina. “Lina, maaf kalau selama ini gue udah nyusahin lo. Gue sekarang sadar sahabat macam apa gue? Hanya ingin memanfaatkan lo. Dan lo Jonathan, sebenernya selama ini gue memendam perasaan ke lo. Hari ini adalah hari yang paling gue nanti – nantikan. Sejak pertama kali lo masuk disekolah gue, gue udah suka sama lo. Tapi, gue melihat Lina yang sangat senang kalo ada disamping lo. Gue sadar kalo Lina juga suka sama lo. Makanya, gue pendam perasaan gue. Sekarang, gue punya permintaan terakhir. Gue mau kalian berdua hidup bahagia. Jangan sedih! Karena kalau kalian sedih, gue juga akan ikut sedih!” kata Fina dengan terbata – bata.
Tak lama kemudian, Fina segera mengakhiri hidupnya. Ambulance datang terlambat. Lina segera menghubungi keluarga Fina sambil menangis. Saat pemakaman Fina, Lina sangat sedih. Jonathan berusaha menghibur Lina. Tetapi tidak berhasil juga. Akhirnya, Lina dan Jonathan menuruti permintaan terakhir dari Fina. Memang mereka berdua saling suka sejak dulu. Hari – hari selanjutnya mereka hidup bahagia.
*setiap orang pasti memiliki kelebihan masing – masing. Dan seorang sahabat yang sangat angkuh pasti memiliki rasa kasih sayang terhadap sahabatnya. Bahkan ia rela mengorbankan nyawanya. Dia juga tidak tega bila sahabatnya sakit hati*