Hari pertama masuk o6.3o memang tidak menyenangkan. Tetapi lama kelamaan kita akan terbiasa dengan semua itu. Tapi saya tidak kaget dengan semua itu, karena sebelum masuk 06.3o saya sudah biasa sampai di sekolah jam o6.oo. Tetapi yang biasana dteng telat malah datenkk plink pRtma . Ajaiibb,, gak ada hjan gak ada angin… bsa dteng bgtu… tapi,, bgus … dengan bgtu jdi ndakh ada yg telat…
Semua murid di kelas 7b lama kelamaan akan menerima kalau di jakarta masuk o6.3o. Dan hampir setiap hari hujan… memang tidak enak kalau setiap hari hampir hujan terus… Tapi itu derita kita… Dan harus menerima keadaan… Karena bukan kita yang mengatur semua itu…. Hari pertama masuk o6.3o… hampir semua murid di kelas 7b kelihatan masih ngantuk… Tetapi memang enak kalau belajar lebih pagi dari biasanya… tapi kalau kita bangun siang terus kita akan menjadi malas…. Kalau kita bangun pagi kita akan terbiasa bangu pagi setiap hari… Dan membuat kita menjadi lebih rajin lagi….
Pengalaman Masuk 6.30
Posted in Uncategorized on Januari 15, 2009 by lnffy14Migrasi Windows Ke Linux
Posted in Uncategorized on Desember 4, 2008 by lnffy14ini cara singkat migrasi dari windows ke linux
penggunaan yang mungkin lebih kompleks untuk dipahami.
– Karena merupakan dua dunia yang berbeda, maka hampir semuanya
bisa berbeda.
– software yang didesain khusus untuk Windows tidak akan berjalan
pada Linux. Demikian juga sebaliknya. Kondisi ini tidak berlaku untuk
software yang berjalan menggunakan interpreter atau virtual machine
tertentu. Dalam beberapa kondisi, emulasi untuk program non- native
bisa dilakukan, namun tidak selalu menjanjikan.
– File sistem yang digunakan juga berbeda. Windows menggunakan FAT
dan NTFS, sementara Linux menggunakan ext2, ext3, reiserfs, xfs, jfs
dan lain sebagainya. Windows tidak dapat membaca file sistem Linux
(tanpa memanfaatkan program terpisah). Linux dapat membaca dan
menulis ke FAT32, dan dapat membaca dan menulis NTFS
(eksperimental dan memanfaatkan proyek terpisah).
– Windows tidak membedakan huruf besar dan huruf kecil (case
insensitive), sementara Linux membedakan. Hal ini berlaku dalam
berbagai aspek penggunaan sistem operasi. Sebagai contoh adalah
pada nama file. Windows tidak membedakan huruf besar dan huruf
kecil, sementara Linux membedakan.
– Windows mengenal istilah drive untuk device dan partisi. Sementara,
di Linux, istilah drive tidak digunakan. Yang digunakan adalah
direktori biasa. Apabila dibandingkan, Windows memiliki My
Computer sebagai root, yang didalamnya terdapat berbagai drive dan
device, sementara, Linux mengenal direktori root (disimbolkan
dengan /), yang didalamnya terdapat berbagai direktori dan device.
– Di file sistem, ekstensi nama file di Windows memiliki peranan
penting. Di Linux, ekstensi nama file tidak memiliki peranan penting.
– Tampilan GUI di Windows sebagiannya dimasukkan ke dalam kernel
sistem operasi. Sementara, di Linux, GUI hanyalah software tambahan.
Sebagai konsekuensinya, GUI di Windows jauh lebih terintegrasi ke
sistem, sementara, di Linux, tidak. Di Linux juga, desktop tidak diatur
oleh shell tunggal, namun menggunakan banyak desktop environment
dan window manager yang bisa berbeda – beda. Sebagai hasilnya,
tampilan default di satu distribusi Linux mungkin berbeda dengan
distribusi lain. Bahkan, setelah diinstall, dua user yang menggunakan
distribusi yang sama bisa mengkonfigurasi desktopnya menjadi berbeda
sama sekali.
– Nama software di Windows umumnya lebih ramah terhadap pasar.
Seperti Photoshop yang mudah dimengerti. Nama software di Linux
umumnya menggunakan singkatan, nama yang disukai dan nama – nama
yang mungkin aneh bagi user.
– Instalasi software di Windows umumnya memanfaatkan installer yang
datang bersama software. Instalasi juga dapat dilakukan dengan mudah
karena dipandu menggunakan wizard. Di Linux, instalasi program
kebanyakan dilakukan menggunakan package management system.
Dengan demikian, software didistribusikan dalam format paket sistem
(.RPM untuk sistem dengan package management berbasis RPM, .DEB
untuk sistem berbasis DPKG, .TGZ untuk sistem berbasis slackware, dan
lainnya). Di Linux, ada usaha untuk menjaga agar redundansi file
diminimasi sebisa mungkin, dan track terhadap apa saja yang telah
terinstall di sistem diusahakan semaksimal mungkin. Sebagai akibatnya,
file- file program akan tersebar di berbagai direktori sistem, beda
dengan di Windows yang dalam sebagian besar kasus, menyimpan
program- programnya di Program Files (walaupun ada beberapa yang
menyebarkan filenya di direktori sistem). Sebagai catatan, instalasi
program memanfaatkan wizard tersedia pula di Linux, namun tidak
dimaksudkan untuk menggantikan package management system.
– Mulai Windows 95, kita mengenal registry. Di Linux, kita tidak
mengenalnya. Konfigurasi program di Linux umumnya disimpan dalam
file teks yang terpisah – pisah dan disimpan di direktori /etc. Ada
beberapa distribusi yang mencoba menghadirkan registry, namun tetap
dalam format banyak file teks.
– Windows hanya mengenal satu distribusi, yaitu distribusi dari Microsoft.
Sementara, Linux mengenal banyak distribusi karena siapa saja bisa
membangun distribusi sendiri. Distribusi Linux merupakan kumpulan
dari kernel Linux, pustaka – pustaka sistem, dan software – software yang
dibungkus dengan prosedur tertentu. Yang membedakan antar
distribusi bisa saja pada semua bagian tersebut (kernel yang berbeda
versi dan pengaturan, software dan pustaka yang berbeda), termasuk
prosedur pemaketannya.
– Kita mengenal beberapa distribusi mayor, diantaranya SUSE, Red Hat,
Debian, Slackware, Gentoo dan lainnya.
– Distribusi Linux bisa dianalogikan dengan ayam goreng KFC, CFC dan
ayam yang digoreng sendiri di rumah (distribusi sendiri).
– Bacalah juga bagian tentang tips memilih distribusi Linux.Tahapan migrasi
Migrasi Windows ke Linux harus direncanakan dengan matang,
diimplementasikan dengan tepat oleh orang yang tepat dan harus ada
pembagian tugas yang jelas antar anggota tim. Sesudah migrasi, berikan
dukungan terbaik ke user.
Migrasi Windows ke Linux bisa dibagi dalam tiga tahapan berikut:
● Pra- migrasi
● Pengumpulan informasi tentang spesifikasi komputer yang akan diinstall Linux.
● Pengumpulan informasi tentang software – software apa saja yang digunakan selama ini.
● Pengumpulan informasi tentang format dokumen paket Office yang digunakan, termasuk fitur apa saja yang digunakan di dalam paket Office tersebut, ukuran terbesar dokumen, pertukaran dokumen dengan pihak lain, cara kerja dengan dokumen tersebut (misal: open shared spreadsheet MS Office Excel) dan lainnya.
● Pengumpulan informasi latar belakang user, termasuk kesiapan user untuk menerima hal yang berbeda
● Pengumpulan informasi tentang arsitektur jaringan
● Pengumpulan informasi tentang device lokal seperti printer, scanner dan lainnya.
● Pengumpulan informasi tentang email dan lainnya yang digunakan.
● Memastikan dukungan dari management
● Menentukan user – user yang akan dimigrasikan terlebih dahulu
● Menentukan jadwal sebaik- baiknya
● Menentukan strategi backup (termasuk email, dokumen dan konfigurasi)
● Membuat pengumuman ke user secara berkala, sekaligus menjelaskan sistem baru secara umum. Bisa pula sebelumnya tim internal perusahaan telah mengenalkan program di Linux, yang juga berjalan di Windows (contoh: Mozilla Firefox dan OpenOffice.org).
● Tentukan distribusi Linux yang akan digunakan. Sangat dimungkinkan untuk customize distribusi Linux sebelum melakukan instalasi.
● Menentukan metode instalasi
● Bagi tugas tim kerja (backup, instalasi dan konfigurasi Linux, device tambahan, support ke user)
● Persiapkan pula device yang saat ini berjalan di Windows, namun tidak dikenal oleh Linux.
● Buat prioritas instalasi
● Catatan:
● Semakin lengkap informasi yang dimiliki, semakin mudah untuk menyusun langkah – langkah migrasi.
● Jangan terburu – buru untuk langsung ke tahap migrasi Linux.
● Sesuaikan dengan lingkungan masing- masing, karena tidak setiap langkah bisa diterapkan.
● Ketahui masalah yang dihadapi dan buat batasan kriteria migrasi. Selesaikan masalah yang ada sesuai batasan yang telah dibuat.
● Migrasi
● Pastikan migrasi berlangsung sesuai rencana yang dilakukan pada tahap pra – migrasi dan sesuai pembagian tugas yang telah disiapkan sebelumnya.
● Migrasi sebaiknya dilakukan ketika user tidak bekerja (misal: mulai jumat malam). Tergantung metode yang digunakan, satu anggota tim bisa melakukan instalasi Linux di dua sampai empat komputer per jam.
● Metode instalasi yang bisa dilakukan:
● Instalasi dari CDROM/DVDROM
● Instalasi dari jaringan
● Kloning dengan produk seperti Acronis
● Data, email dan semua pengaturan termasuk printer telah dikembalikan/ di – restore
● Gunakan checklist yang telah disiapkan pada tahap sebelumnya.
● Pasca- migrasi
● Tim support siap mendukung user
● Satu anggota tim diharapkan tidak membantu lebih dari lima user.
● Problem bisa diselesaikan dengan bantuan langsung ataupun dikumpulkan terlebih dahuluCatatan umum tentang tahapan migrasi:
✔ Semakin baik persiapan di tahap pra- migrasi, semakin baik koordinasi
yang dilakukan, semakin baik dukungan yang diberikan kepada user,
maka semakin sukses pula migrasi dilakukan.
✔ Pendekatan yang bisa dilakukan untuk spesifikasi hardware, atau
migrasi program, atau migrasi dokumen, bisa dilakukan dengan
pendekatan pesimistis, dimana bisa diartikan: kalau belum bisa atau
hanya didukung sebagian, maka jangan dilakukan saat ini.
✔ Pengalaman membuktikan: semakin siap tim migrasi, semakin sukses
migrasi dilakukan.
Migrasi data dan backup
Migrasi data yang paling sering ditemukan dalam proses migrasi
diantaranya adalah:
– Dokumen MS Office ke OpenOffice.org
– Email outlook yang disimpan sebagai file PST
– Data dari software custom
Dokumen MS Office ke OpenOffice.org
Kita ambil contoh data yang dihasilkan dari MS Office yang ingin
dimigrasikan ke format OpenOffice.org. Tentu, sebelum kita melakukan
migrasi, kita perlu memahami bahwa ada yang yang bisa dimigrasikan
sempurna, ada yang hanya sebagian saja, dan ada yang tidak dapat sama
sekali.
– OpenOffice.org memiliki fasilitas untuk mengkonversi dokumen dari MS
Office secara masal (dengan mengakses File | AutoPilot | Document
Converter pada OO.o 1.x atau File | Wizards | Document Converter
pada OO.o 2.x). Namun, apabila cara ini dilakukan, harus dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut untuk dokumen – dokumen yang penting. Tidak
semua dokumen MS Office bisa dimigrasikan sempurna. Oleh karena itu,
periksalah!
– Untuk dokumen yang memiliki macro, konversi tidak dapat dilakukan
dengan baik. Oleh karena itu, macro mungkin perlu ditulis ulang. Tool
seperti Macro Migration Wizard belum bisa membantu.
– Untuk yang masih tergantung dengan MS Access, usahakan untuk
perlahan melakukan migrasi dengan:
– Simpanlah data (data umumnya bisa dimigrasikan) di database server
terpisah seperti PostgreSQL.
– Secara perlahan, mulailah melakukan migrasi form ke software lain
(misal berbasis web, dibuat dengan PHP) yang juga mendukung
reporting.
– Berhentilah (sebisa mungkin) untuk membuat dokumen Access yang
baru. Kalau terpaksa, usahakan untuk tidak membuat form
tambahan.
– Apabila terpaksa tetap menggunakan MS Office:
– Usahakan untuk menjadikan penggunaannya sangat sedikit
(mungkin1 atau 2 komputer) dan apabila memungkinkan, jalankan
MS Office dalam emulator (CrossOver Office).
– Gunakan remote desktop ke Windows server
– Kita perlu memahami bahwa ketergantungan sangatlah susah untuk
dihentikan. Kalau kita mengurangi ketergantungan dengan tetap
membuat kita tergantung (seperti tetap membuat dokumen Access
walaupun proses migrasi sedang dilakukan), maka kita akan sangat
susah untuk berhenti tergantung.
Email outlook yang disimpan sebagai file PST
– Apabila protokol email yang digunakan adalah POP dan user terbiasa
menyimpannya ke file PST outlook, maka langkah migrasi yang bisa
diterapkan adalah:
– Install Thunderbird di Windows
– Gunakan migration wizard Thunderbird
– Simpan direktori mail thunderbird hasil migrasi
– Di sistem Linux, kopikan profile lengkap thunderbird
– Apabila protokol email yang digunakan adalah IMAP atau web- based
email, maka seharusnya migrasi email tidak akan menjadi masalah.
Data dari software custom
– Untuk data yang dihasilkan dari software lain namun dalam format
yang dikenali dengan baik oleh Linux (setidaknya, ada software yang
bisa bekerja dengan baik untuk format data tersebut), maka migrasi
data tentu tidak perlu dilakukan. Sebagai contoh adalah file .DBF
(database foxpro sebagai contoh). Contoh lain adalah file RTF, atau
XML.
– Untuk data yang dibuat dengan software custom dan tidak standar
serta tidak terdokumentasi, maka ini jelas merupakan masalah. Kita
akan coba melihat apakah program bisa diemulasikan atau tidak (di
pembahasan mengenai program non- native).
Beberapa catatan untuk backup
Berikut ini adalah beberapa catatan tentang backup:
– Apabila memungkinkan, backuplah semua data terlebih dahulu ke satu
server / s torage sebelum instalasi Linux dilakukan.
– Apabila backup dilakukan terlebih dahulu sebelum instalasi Linux
dilakukan, perhatikan juga apakah terdapat data yang tidak sempat
dibackup sebelumnya (dokumen yang baru dibuat, email yang baru
diterima dan lainnya)
– Usahakan untuk tidak membiarkan user melakukan backup sendiri
tanpa supervisi. Backup harus disupervisi atau dilakukan oleh tim IT.
– Ada kalanya, kita menggunakan arsip (bisa berupa arsip kompresi, atau
image) untuk mengarsip tree direktori menjadi satu file arsip sebelum
melakukan pengopian atau backup, demi alasan kesederhanaan.
Pastikan kita memperhatikan berbagai hal berikut:
– karakter pada nama file yang digunakan
– nama file yang terlalu panjang
– struktur direktori yang terlalu dalam
– pencatatan /pengingatan huruf besar dan huruf kecil
– Secara khusus, perlu diperhatikan apabila Anda membuat image
berupa image ISO9660 (image CDROM). Image ISO9660 memiliki
beberapa keterbatasan.
– Perhatikan konsistensi data.
Tips memilih distribusi Linux
Sebelum kita melanjutkan, mari kita sepakati terlebih dahulu beberapa hal
berikut:
– Tulisan ini tidak bermaksud untuk condong ke satu atau dua distroa papun. Kalaupun pada beberapa contoh terdapat indikator yang spesifik terhadap distro tertentu, maka hal tersebut hanyalah sekedar contoh.
– Tidak ada gunanya mendewa – dewakan secara fanatik satu distro, atau menjelek- jelekkan distro lainnya.
– Distribusi Linux hanyalah distribusi software. Kernel yang digunakan tetap Linux. Program utama yang digunakan tetap dari proyek GNU. X yang digunakan tetap dari X.org.
– Pertimbangkan baik- baik ke depannya. Jangan sampai terlalu sering berganti distribusi Linux di sistem produktif.
– Jangan gunakan terlalu banyak distribusi Linux di lingkungan kerja produktif.Berikut ini adalah beberapa tips dalam memilih distribusi Linux:
– Pilihlah distribusi yang memiliki track record baik, atau setidaknya telah bertahan cukup lama (misal: telah meluncurkan beberapa versi)
– Pastikan distribusi tersebut memberikan dukungan yang baik berupa security update dan update lain yang relevan dalam rentang waktu yang cukup lama (misal: 2 tahun atau setelah beberapa rilis stabil).
– Pilihlah distribusi yang dirilis dengan QC yang baik dan bukan semata – mata sekedar menepati jadwal rilis.
– Apabila distribusi memiliki beberapa development branch seperti stable, unstable dan testing, pilihlah hanya yang stable untuk sistem produktif.
– Program- program free/open source cukup sering dirilis. Apabila Anda
termasuk user yang suka mengupgrade setiap tersedia versi baru, maka
pastikan upgrade versi distro bisa dilakukan dengan mulus. Jangan
sampai setiap versi baru distro dirilis, Anda seperti berhadapan dengan
distro baru.
– Apabila Anda memilih untuk menggunakan distribusi baru yang berbasis satu distribusi yang telah bertahan lama, pastikan Anda memperhatikan masalah kompatibilitas dengan mainstream. Lebih baik lagi apabila distro baru memberikan balik (apa yang telah dibuat) ke mainstream.
– Jangan membiarkan Anda dikunci oleh satu distribusi Linux
– Jangan memilih distro hanya karena:
– Tampilan desktopnya bagus
– Sekilas terlihat mudah digunakan
– Program yang dibundel adalah program dengan versi terbaru
– Digunakan oleh tokoh tertentu
– Dilengkapi dengan semua teknologi super keren, termasuk yang memungkinkan Anda untuk terbang ke bulan ![]()
– Sebisa mungkin, pastikan Anda mudah mendapatkan dukungan baik dengan adanya commercial support pembuat distro, commercial suppor t perusahaan yang terdaftar atau suppor t lokal berupa komunitas.
– Apabila Anda merasa tidak enak dengan perkembangan distro yang terlalu cepat, atau merasa tidak cocok dengan satupun, silahkan:
– Bangun sendiri distribusi Anda
– Ambil salah satu distribusi, kembangkan dan berikan balik (apabila memungkinkan).
– Digunakan oleh banyak orang bukan berarti suatu distro merupakan distro terbaik.
– Carilah yang cocok dengan kondisi Anda.
– Apabila Anda bekerja dengan berbagai arsitektur komputer, pastikan distro yang dipilih mendukung berbagai arsitektur yang Anda gunakan.
– Jangan pilih distro yang menggunakan teknologi sendiri yang serba tertutup.Semoga Berguna ya
tugas
Posted in Uncategorized on Oktober 7, 2008 by lnffy14LIBURAN IDUL FITRI
Liburan lebaran saya dan keluarga pergi ke Bali. Sebenarnya kami tidak merencanakan untuk pergi ke Bali. Tetapi pada saat di Gombong papa saya mengajak saudarasaya untuk ke Bali. Karena saudara saya belum pernah pergi ke Bali. Kata papa saya mumung pergi sekalian aja ke Bali dari pada nti2 gk bias pergi.
Jdi saya pergi ke Bali kami ngedur sampai kesana esok paginya. Di kapal saya bersama saudara saya berada di luar ruangan tmpt duduk2. saya berdiri di situ merasakan hembusan angun yg cukup kencang.
Setelah itu kami sampai di Bali. Sesampainya di sana saya lgsung mencari hotel. Kami menginap di Singaraja. Disana ada pantai bernama pantai Lovina. Pantai itu terletak di belakang pemginapan. Di tengah sana ada lumba2. Saya,adik saya,& saudara saya bermain di pantai itu. Saat itu air sedang surut jdi saya bermain ketengah. Tiba2 saya melihat ular lalu kami bertiga lgsung ngibrit ke penginapan. Pada saat siangnya saya pergi ke Bedugul disana saya tidak bvisa bermain apa2 karena kaki saya yg sedang keseleyo. Dari situ saya makan mlm d restoran Depot Mami. Setelah dari siyu saya pergi ke supermarket untuk membeli air galon. Dari situ saya pulang ke penginapan. Lalu besoknya saya pergi ke Denpasar. Sesampai di sana saya pergi ke Pantai Kuta. Saya makan pagi dulu di sana. Setelah itu saya bermain di Pantai kuta. Saudara saya takut dengan ombak yg ada di sana. Setelah puas bermain di Pantai Kuta, saya pergi ke Joger di sana ramai sekali sehingga untuk memeilih baju pun sangat sulit. Setelah dari situ saya pergi kerumah teman papa saya d Renon.
Dari sana saya lasung pulang. Pada saat naik kapal ferry angim berhembus kencang dan ombaknya lbh besar. Tante,om,&mama saya smpai mabuk. Adik dan papa saya berada di mobil. Saya bersama saudara saya seperti biasa berada di luar ruangan yg ada di dalam kapal ferry. Setelah itu saya ngedur lagi sampai ke Kaliurang. Di sana saya nginep di villa Taman Eden. Udara di sana sangat sejuk dan dingin. Besoknya saya mampir ke malioboro dan dagadu. Di sana sangat ramai dan sesak. Jadi saya ikut papa aya ke rumah temannya yg ada di daerah situ.
Lalu kami pulang ke Jakarta tetapi sebelum iyu saya menginap di Purworejo dan esoknya saya pulang ke Jakarta. Di bumiayu terjadi macet total hingga 1 jam. Ternyata penyebab macet tersebut adalah ada orang yg mengadakan pernikahan dan satu2 orang di sebragkan jika kita tdk menurutinya dia akan marah. Lalu di daerah Indrqamayu pun terjadi macet total. Dan akhirnya saya sampai rumah sekitar jam 7 pagi.